Sabtu, 11 Desember 2021

CONTOH FORMAT SURAT IZIN KERJA MALAM 
Untuk Pemberkasan Audit Sosial Perusahaan     


Format 1 

                                                SURAT IZIN KERJA MALAM 

Yang bertanda tangan dibawah ini: 
Nama                           : (Orang Tua) 
No. HP                         
Alamat                         

Selaku Orang Tua/Wali dari: 
Nama                           : (Karyawan) 
Tempat Tanggal Lahir : 
 Alamat                       

Dengan ini menyatakan bahwa saya tidak keberatan jika anak saya tersebut diatas dipekerjakan hingga malam hari (overtime) di CV. XXXX sesuai aturan perusahaan. 

Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya untuk dipergunakan sebagaimana mestinya. 


                                                                                                     Jepara, 08 Desember 2019 
                                                                                                                                Mengetahui 
                                                                                                                                 Orang Tua 




                                                                                                                      (........................................) 


Format 2   

                                                SURAT IZIN KERJA MALAM 

Yang bertanda tangan dibawah ini, saya selaku orang tua dari: 
Nama                 
Alamat               
Pekerjaan            : 

Dengan ini memberikan ijin kepada anak saya : 
Nama                            :
Tempat Tanggal Lahir  
Jenis Kelamin              
Alamat                          :  

Untuk bekerja lembur hingga malam hari di Perusahaan yang Bapak pimpin. Demikian surat keterangan izin saya buat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya. 


                                                                                                                                Hormat Saya, 




                                                                                                                        (...............................)

Kamis, 24 Maret 2016

Kisah Cinta di Negeri Taiwan



Kisah Cinta Dari Negeri Taiwan

Mei-mei atau yang biasa dipanggil amei berusia 27 tahun. Ia anak ke 2 dari 3 bersaudara. Sosoknya energik dan luwes bergaul. Hobinya adalah melukis dan menulis. Banyak sekali karya-karya lukis maupun karya tulis yang dihasilkannya. Bentuk wajahnya persegi dengan rambut panjang. Dia cantik sehingga membuat orang tidak bosan memandanginya. Sudah 2 tahun ini amei bekerja sebagai WNI di Taiwan. Di Taiwan, dia bertemu degan David Shen yang berprofesi sebagai dokter. Hampir 2 tahun mereka telah resmi perpacaran.
Suatu hari, amei meninggalkan Taiwan untuk pulang ke Indonesia, sudah 2 tahun lebih amei tidak bertemu dengan kelurganya. Sebelum dia pulang, david memutuskan untuk melamar amei. Amei diperkenalkan ke keluarganya. Semenjak kepulangan amei, david kesepian dan dia memutuskan untuk datang ke Indonesia menyusul amei. Di Indonesia mereka menikah. Tak lama kemudian amei pun hamil. Dia melahirkan seorang  anak laki-laki yang diberi nama Shen Sin. Waktu itu, david tidak bisa tinggal di Indonesia lama-lama, karena ada banyak tugas yang tidak bisa di tinggal lama-lama. David pun segera kembali ke Taiwan.
Di Taiwan david berjanji akan kembali datang ke Indonesia untuk membawa amei dan shen sin ke Taiwan, untuk hidup bersama disana. Namun, janji itu tidak ditepati oleh david. Setiap amei bertanya kapan dia datang untuk menjemputnya ke Indonesia, david selalu membuat alasan.
Di Taiwan, david bertemu dengan Chen-chen, teman lamanya yang sangat mencintai david. Namun sebelumnya david tidak mengetahui akan perasaan chen-chen kepadanya. Dia baru pulang dari Amerika.Tak lama kemudian, david pun telah lupa dengan amei dan telah mempunyai keluarga kecil dengan chen-chen, tanpa sepengetahuan amei.
Suatu hari david pergi berlibur bersama chen-chen dan putrinya. Mereka sangat senang dan menikmati liburannya. Namun, tanpa diduga, chen-chen mengalami kecelakaan saat hendak menyelamatkan putrinya yang tiba-tiba lari ke  jalan raya. Chen-chen meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut. 
Di Indonesia amei sangat kesepian. Dia kecewa dengan david yang tidak kunjung datang. Kini perasaannya telah beku. Tida ada lagi rasa kepercayaan kepada seorang laki-laki. Banyak sekali masalah yang menerpa amei. Mulai dari ketidaksetiaan david, masalah ekonomi, dan juga kehadiran joni sang preman kampung yang ingin menikahinya. Kini batin amei tersiksa. Dia seperti hilang kesadaran.
Suatu hari dia memutuskan untuk bekerja ke Hongkong. Sedangkan shen sin akan diasuh oleh pembantu kakaknya. Di Hongkong dia banyak mengikuti kursus yaitu kursus komputer, tae kwondo, dan kursus bahasa cina. Banyak ilmu pengetahuan dan keterampilan yang amei dapatkan dari berbagai kursus tersebut. Amei pun dapat mengembangkan hobi menulisnya. Hasil karya tulis yang selama ini menumpuk di buku, kini diolah ke dalam sebuah web site.
Empat tahun telah terlewati. Kini kontrak kerjannya telah selesai. Dia segera pulang ke Indonesia. Dia memutuskan untuk membesarkan dan merawat shen sin dengan kasih sayangnya sebagai seorang ibu. Berkat kecintaan dan ketekunan dengan hobi menulisnya, kini amei menjadi seorang sastrawan terkenal di Indonesia. Hal itu diawali ketika dia diminta untuk menjadi pembicara dalam acara bedah sastra karya buruh migran di Yogyakarta. Amei juga telah mempunyai teman baru yang bernama Zalie di Yogyakarta. Mereka sering berkirim email dan menjadi sahabat pena. Zalie sangat sabar dan penuh pengertian. Dia sungguh memahami amei. Dia selalu setia mendengarkan keluh kesah amei. Menemani amei dalam suka dan duka. Kini zalie dan amei pun menjadi sepasang kekasih.

“Bersambung….”

Rabu, 23 Maret 2016



Analisis Kesalahan Penggunaan Bahasa Indonesia Pada Papan Reklame di Sekitar UNNES

Dalam kehidupan sehari-hari sering kali tanpa kita sadari bahwa kita menggunakan kata-kata yang salah atau kata yang tidak sesuai dengan ejaan dalam bahasa Indonesia. Sebagai warga negara yang baik tentu kita harus tahu dan paham akan bahasa baku di negara kita. Bahasa baku atau kata baku merupakan bahasa atau kata yang digunakan sesuai dengan pedoman atau kaidah bahasa yang telah di tentukan. Atau kata baku merupakan kata yang sudah benar dengan aturan maupun ejaan kaidah bahasa Indonesia dan sumber utama dari bahasa baku yaitu Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).
            Berdasarkan analisis yang telah saya lakukan, terdapat kesalahan pada tataran sintaksis dalam papan reklame yang saya temukan di gang Setanjung Rt.03/Rw.02 Sekaran, Gunungpati, Semarang. Menurut Sofa (2008) bahwa Kesalahan sintaksis adalah kesalahan atau penyimpangan struktur frasa, klausa, atau kalimat, serta ketidaktepatan pemakaian partikel. Analisis kesalahan dalam bidang tata kalimat menyangkut urutan kata, kepaduan, susunan frase, kepaduan kalimat, dan logika kalimat (Lubis Grafura : 2008). Berdasarkan pengertian tersebut, penggunaan istilah laundry pada papan reklame tersebut tidak sesuai dengan EYD (tidak baku). Laundry merupakan istilah dari Bahasa Inggris yang berarti binatu atau tempat cuci pakaian. Pelayanan yang disediakan laundry biasanya tidak hanya cuci pakaian, juga menyediakan setrika pakaian. Menurut Webster’s Dictionary, berakar pada kata Latin lavandus ’yang perlu dicuci’, lavare ’mencuci’. Sedangkan menurut KBBI bahwa istilah laundry mempunyai padanan  yaitu binatu, penatu, dobi atau benara. Binatu atau penatu yaitu usaha atau orang yang bergerak di bidang pencucian juga penyetrikaan pakaian atau jasa cuci pakaian dan setrika.
Selain kesalahan diatas, pada papan nama tersebut juga terdapat kesalahan dalam susunan kata yang tidak tepat, seharusnya penulisan nama pada kalimat “Mitra Laundry yang baku tidak perlu dibalik. Sehingga istilah laundry pada papan reklame diatas dapat diubah kedalam bahasa Indonesia yang baku menjadi “Jasa Binatu Mitra”.
            Demikian analisis saya mengenai kesalahan penggunaan bahasa Indonesia pada papan reklame usaha “Mitra laundry”. Dengan adanya pembahasan seperti ini pembaca atau masyarakat luas diharapkan dapat membangun suatu kesepahaman bahasa yang sesuai kaidah EYD dan agar tidak terjadi kesalahan dalam berbahasa khususnya dalam penulisan papan nama. Pada dasarnya, sekecil apapun kesalahan itu mencerminkan kurangnya kepedulian masyarakat terhadap perkembangan bahasa Indonesia.


Rabu, 25 November 2015

Paksaan Membeli Permen dan Donasi Uang Receh


Dahulu, sebelum ada mata uang, manusia memenuhi kebutuhannya dengan melakukan transaksi tukar menukar barang (barter). Seiring perkembangan zaman, manusia akhirnya mengenal mata uang. Dan dalam pemenuhan kebutuhannya, manusia melakukan jual beli barang dengan mata uang sebagai alat pembayaran yang sah. Di Indonesia sendiri mengenal mata uang rupiah.

Namun, saat ini kerap kita temui bahwa dalam praktek pembayaran jual beli, para pelaku usaha banyak yang menerapkan sisa pengembalian uang yang diganti dengan permen atau menggalihkannya menjadi uang sumbangan. Sesungguhnya modus pengembalian uang kembalian konsumen dengan permen sudah berlangsung lama. Entah modus ini disengaja atau tidak oleh pihak pelaku usaha, yang jelas bila dikumulatifkan, harga produk yang dibayar konsumen jadi lebih mahal. Jelas pula hal itu merugikan konsumen. Misalnya, di dalam nilai struk belanja konsumen sebesar (Rp.99.700) dan konsumen membayar dengan (Rp. 100.000) maka di dalam struk tertulis kembalian sebesar (Rp. 300), seharusnya pelaku usaha wajib untuk memberikan kemabalian sebesar (Rp. 300). Tapi pada kenyataannya pelaku usaha memberikan kembalian dengan 3 (tiga) buah permen. Dari contoh di atas meskipun nilai permen dengan uang kembalian setara, namun hal tersebut tentu tidak sesuai dengan etika jual beli. Bahwa dalam etika jual beli uang kembalian harus dibayarkan dengan alat pembayaran yang sah yaitu berupa uang bukan permen. Karena jika hal tersebut kita balik, misalnya di dalam nilai struk belanja konsumen sebesar (Rp.100.000) dan konsumen hanya memiliki uang (Rp. 99.700) sehingga kurang sebesar (Rp. 300), apakah pelaku usaha mau dibayar menggunakan uang (RP.99.700) + permen tiga buah?? Itulah salah satu pertanyaan yang timbul dan merupakan salah satu bukti bahwa konsumen telah dirugikan dan telah terjadi diskriminasi.

Sedangkan pengalihan bentuk uang kembalian konsumen oleh pelaku usaha kedalam program-program donasi seperti program pundi amal, bisa menimbulkan penyimpangan dari kaidah hukum yang telah ditetapkan. Sebab kegiatan itu akan merugikan, jika konsumen tidak ikhlas. Umumnya, pengalihan tersebut dilakukan secara sepihak oleh pelaku usaha dengan alasan tidak ada uang pecahan kecil atau tanpa menanyakan terlebih dahulu keikhlasan dari konsumen. Akan lebih baik jika uang kembalian dibayarkan secara utuh menggunakan uang. Apabila konsumen ingin menyumbangkan uang kembaliannya, maka konsumen akan memberikan kembali  uang kembaliannya tersebut untuk disumbangkan, ataupun meminta secara langsung ke pelaku usaha untuk mengalihkan uang kembaliannya ke uang sumbangan.

Pada hakekatnya pula, pengalihan digunakan untuk uang donasi yang merupakan tindakan terpuji dan dianjurkan oleh agama untuk kemaslahatan umat manusia. Namun, persoalan yang muncul adalah apakah pengalihan sisa uang kembalian menjadi uang donasi tetap diperbolehkan dengan alasan untuk kebaikan umat manusia dan demi pemerataan kesejahteraan tanpa adanya persetujuan awal dari pihak konsumen.

Berdasarkan pernyataan di atas, dapat diketahui bahwa pengalihan bentuk uang kembalian menjadi uang donasi dikhawatirkan akan menimbulkan adanya unsur ketidakadilan pada salah satu pihak. Disamping adanya unsur ketidakadilan, pengalihan bentuk uang kembalian menjadi uang donasi juga mengandung unsur keterpaksaan pihak konsumen, karena kegiatan tersebut tidak didahului kata sepakat oleh kedua belah pihak. Tetapi merupakan keputusan sepihak oleh pelaku usaha saja sedang konsumen tidak dimintai kesepakatan atau kerelaan terlebih dahulu.